Duhai ... Sang Maha Segala Maha.
Aku melihat lautan makna dalam diriku. Tapi ... tiga puluh empat tahun kuarungi. Tak juga kutemukan ujung cakrawala dan garis batas, dimana keluasan dan kedalaman makna terhenti.
Duhai ... Sang Maha Segala Maha.
Entah berapa banyak kuajukan dan kurenungi. Pertanyaan tentang semesta kehidupan manusia. Namun tak juga kutemukan jawaban-jawaban. Yang mencapai pada satu titik kesimpulan pasti. Sebab, setiap temuan jawaban, membuka pemahaman baru. Dan akan menjadi pertanyaanku berikutnya.
Duhai ... Sang Maha Segala Maha
Aku masih terus mencari keping-keping diri. Mengenali satu per satu setiap bagian dari diriku. Dan menyusunnya sebagai manusia yang Kau ciptakan secara utuh sempurna. Untuk memahami makna, maksud dan tujuan penciptaan-Mu menciptakanku. Untuk berjalan di jalan yang memang Kau takdirkan untuk kutempuh.
Duhai ... Sang Maha Segala Maha
Aku melihat lautan makna dalam diriku. Luas tak bertepi, dalam tak terukur. Kujelajahi bersama diri. Mencari-Mu, mengenali-Mu dan mengumpulkan ingatanku tentang-Mu dengan segala penciptaan-Mu. Untuk kupahami, kuhayati, kurasakan, kulaku-resapi dalam setiap denyut nadi hidup dan kehidupanku.
Duhai ... Sang Maha Segala Maha.
Aku melihat lautan dalam diriku. Luas tak bertepi, dalam tak terukur. Adakah seorang manusia yang sanggup membersamai diriku mengarunginya tanpa takut tenggelam? Adakah seorang manusia yang sanggup berselaras dengan lautan beserta ombak dan badai yang hidup dalam diriku tanpa takut terhempas atau terbunuh?
Duhai ... Sang Maha Segala Maha.
Aku melihat lautan dalam diriku. Luas tak bertepi, dalam tak terukur. Dan itu, hanya tentang perjalananku menemukan-Mu, perjalanan kembali kepada-Mu.
-Vinny Erika Putri, 29.05.21


0 komentar:
Posting Komentar