Senin, 17 Mei 2021

Dimana Ingatanku Tentang Kita?

 



Aku mencari-cari ingatanku. Tentang awal kehidupan yang Kau berikan saat aku belum menjadikan isyarat tangis sebagai bahasa.

Aku mencari-cari ingatanku. Tentang perjanjian teguh dengan-Mu yang kuiyakan saat aku masih mengenali dan memahami bahasa-Mu tanpa tertatih-tatih.

Aku mencari-cari ingatanku. Tentang percakapan dengan-Mu, saat pertama kali aku mengakui-Mu sebagai penciptaku. Dan bersendika dawuh menerima buku takdirku tanpa syarat, tanpa keluh kesah.

Aku mencari-cari ingatanku. Tentang bagaimana Kau menjaga dan melindungiku di satu ruang gelap tempatku bertahan hidup dan bertumbuh sebelum Kau keluarkan aku dari sana dan menyembunyikan ingatanku akan diri-Mu agar aku tak berhenti mencari-Mu.

Aku mencari-cari ingatanku. Tentang apa yang Kau titahkan untukku dan bagaimana lakuku yang semestinya dalam menghidupi hidupku saat Kau melepaskanku dari kegelapan ke sebuah tempat bercahaya dan terlahir menjadi manusia titik nol. 

Aku mencari-cari ingatanku. Tentang makna kelahiranku sebagai manusia. Saat tangis menjadi bahasa manusiaku yang pertama dan keberadaanku disambut banyak keriangan manusia yang lebih berdaya dariku. Apakah itu adalah tangis ketakutan akan cahaya yang begitu terang dan dunia yang terasa asing? Ataukah tangisan karena aku tak mampu mengingat kebesamaanku dengan-Mu di rentang waktu sebelumnya?

Aku mencari-cari ingatanku. Tentang semuanya. Berharap mampu menemukan kembali apa yang Kau sembunyikan ketika aku telah mengenal, memahami dan mengadaptasi tutur bahasa manusia.

Aku mencari-cari ingatanku. Tentang kita. Bahkan, hingga sekarang, ketika seperangkat alat navigasi yang Kau berikan padaku semakin memekarkan diri.

Duhai Penciptaku, acapkali aku menangis saat menjalani apa yang Kau catat dalam buku takdirku karena aku kesulitan mengingat-Mu; terseok-seok memahami, mencerna dan memaknai hidupku dengan produk pemikiran yang diciptakan manusia dalam ragam bentuk bahasa. Terkadang, di beberapa lembar acak halaman buku takdirku, narasi-Mu yang menjabarkan penderitaan tak mampu kulalui dengan kuat akal pikiran, hati dan jiwa tanpa kumerasakan patah terlebih dahulu.

Duhai Penciptaku, aku mencari-cari ingatanku dan kerap bertanya pada-Mu, "Dimana ingatanku tentang kita?"

Aku kehilangan ingatan tentang kita di masa sebelum kehidupan seorang manusia bernama Vinny Erika Putri dimulai sebagai tawanan dunia.

-Vinny Erika Putri, 17.05.21

0 komentar:

Posting Komentar