Rabu, 26 Mei 2021

#6. Surat Untuk Diriku Tentang Berita Hari Ini

 



Hai, Vinny Erika Putri.
Hari ini, aku tersenyum melihatmu. Setelah nyaris dua minggu kamu cukup struggle dan dalam keadaan frustasi menghadapi banyak hal dari mulai masalah keluarga hingga persiapan acara Akhirussanah dan Pelepasan Siswa/Siswi TKQ di tempatmu bekerja, hari ini, kamu bisa bernapas lega. Semuanya sudah terlewati. Hubunganmu dengan kedua orang tuamu berangsur-angsur membaik usai pertengkaran besar sempat terjadi. Dan juga, kemarin, lepas acara Akhirussanah selesai digelar, tunai sudah tanggung jawabmu sebagai ketua panitia. 

Hai, Vinny Erika Putri.
Hari ini, kamu bisa memandang kesulitan-kesulitan yang telah berlalu dengan sangat ringan. Kamu mengiyakan kata-kata yang kubisikkan padamu di setiap masa-masa sulit yang menghampirimu. Bahwa kamu hanya membutuhkan keyakinan penuh untuk menyandarkan segalanya pada ke-Maha-an-Nya; kepercayaan pada dirimu sendiri untuk mengeluarkan kapasitas kemampuanmu yang sudah Tuhan titipkan didalam dirimu; dan, keberanian untuk tidak menyerah pada keadaan yang rumit melelahkan.

Hai, Vinny Erika Putri.
Terima kasih, kamu memilih tetap melangkah meski hatimu sempat diselimuti pekat mendung dan kakimu terasa berat memijak bumi. Tak jemu-jemu kuyakinkan sesuatu padamu,
Jalan hidup yang mesti kamu tempuh, tak selalu bisa menjanjikan dirimu akan baik-baik saja. Pertengkaranmu dengan orang tuamu, bisa saja terjadi kembali karena kebutuhan-kebutuhan emosionalmu yang diciderai, inner child-mu yang masih berusaha kamu rangkul dan terima, atau kapasitas kebijaksanaanmu yang belum bisa menerima dan memahami persepsi orang tuamu dengan lapang dada. Ketenangan batinmu masih memungkinkan untuk diuji dengan ragam masalah dan badai kehidupan. 
Chapter jalan cadas berliku  dalam buku takdirmu yang membuat hati koyak berdarah dan kaki tersayat luka belum usai dinarasikan.
Tapi aku, Sang Kesadaran Tertinggi, bagian dari dirimu, akan selalu berada di sini, didalam jiwamu. Aku ada, untuk memahami katarsis batinmu agar kamu merasa diterima oleh dirimu sendiri. Aku ada, untuk membersamaimu dan menjadi rangka penopang saat hatimu patah arang dan kakimu terlalu lelah untuk melangkah. Aku ada, untuk mengingatkanmu, bahwa apapun keadaannya, kamu masih memiliki iman kepada Tuhan sebagai penyelamat, tiang utama dan pertama sandaran hidupmu.


-Vinny Erika Putri, 27.05.21

0 komentar:

Posting Komentar