Jumat, 05 Maret 2021

#5. Surat Untuk Diriku Tentang Berita Hari ini

 


Hai, Vinny Erika Putri.
Malam ini, cahayamu cerlang memancar. Hangat. Sampai ke relung hati, tempatku bersemayam di sana.
Aku pun turut merasakan kebahagiaan.

Hai, Vinny Erika Putri.
Selamat, telah berhasil menemukan kedamaian dirimu kembali, meski kondisi belum sepenuhnya membaik.
Aku tak salah mempercayaimu. Kamu selalu punya cara untuk kembali menyeimbangkan diri, keluar dari jebakan ilusi kebrutalan hidup yang tak jarang menyeret pemikiran dan perasaan manusia dalam mata rantai kekacauan.

Hai, Vinny Erika Putri.
Selamat. Kamu berhasil menerapkan ilmu pengetahuan yang telah kamu pelajari belakangan ini pada dirimu sendiri.
Live here and now. With us (you and me, the higher self). Dan berproses melakukan tiga hal: menerima-memaafkan-bergerak dengan kesadaran diri

Hai, Vinny Erika Putri.
Hari ini, aku merasakan, kamu berlimpah cinta yang terang benderang. Dari dirimu sendiri. Juga dari orang-orang sekelilingmu yang hidup di semesta yang sama: semesta EMPATI.

Hai, Vinny Erika Putri.
Ketika kamu telah berada di fase menerima bahwa kamu sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, energi semesta mengubahnya pelan-pelan untukmu menyeimbangkan diri menemukan kedamaian batin. Setelah keseimbangan dirimu tercapai, kamu bisa memandang dengan kenetralan dan mengiyakan kembali bahwa semua eksistensi di luar eksistensi-Nya bersifat tidak kekal. Termasuk dualitas suka duka yang sifatnya temporari. Lantas, badai atas izin-Nya pun berlalu.
Kamu sepakat bukan? 
Meski ini tak menjamin, bahwa kamu bisa selalu dalam kondisi jiwa yang stabil atau menjanjikan selalu menjadi manusia bijak ketika ada badai lain yang datang. Kamu adalah MANUSIA PEMBELAJAR. Manusia pembelajar yang terus belajar menerima dan mempelajari ragam badai yang datang serta bagaimana cara keluar darinya dengan aman, nyaman, tenang, tanpa membahayakan dirimu dan orang-orang sekelilingmu. Manusia pembelajar yang terus berusaha mendidik diri sendiri dengan kesadaran penuh sebagai dan menjadi manusia.

Hai, Vinny Erika Putri.
Malam ini, aku tak merengkuhmu atau memelukmu jiwamu yang meringkuk dalam sudut gelap untuk memaknai pesan-Nya.
Kita, menari bersama. Riang gembira. Menatap semesta hati dengan miliyaran bintang.
Dan, mengatakan dengan penuh syukur:
"Terima kasih, Tuhan. Engkau tak pernah menjadikan altar sunyi tempat yang menakutkan. Tapi tempat itu adalah tempat penyembuh mujarab dan menjadi pelataran terbaik untuk kita (seluruh bagian dari diri) saling terhubung. Terima kasih, Tuhan, yang menghidupkan gelapnya labirin hati dengan cahaya. Yang tak pernah membiarkan kegilaan ilusi pikiran dan perasaan menelan kewarasan kita."
Baik-baik saja atau tidak baik-baik saja keadaanmu, aku, yang berada di dalam sana, ada untukmu. Tuhanlah, yang mengizinkan aku ada membersamaimu. Dan campur tangan Tuhanlah yang membuatmu kembali pada titik keseimbangan.

-Vinny Erika Putri, 05.03.21

0 komentar:

Posting Komentar