Senin, 08 Maret 2021

#5. Aku, Tanpa Atribut Semua Itu?

 



Dunia luar melabeliku.
Seorang Vinny Erika Putri:
Pengertian.
Bertanggung jawab.
Mudah menolong orang. 
Bisa diandalkan. 
Kuat. 
Cerdas.
Jenaka.
Pemimpin.
Serba bisa.
Berani.

Semua kalimat bernada nyaris tanpa cela.

Suatu saat, batas toleransiku tercederai oleh orang-orang dan banyak hal. Lalu, tibalah aku dalam kondisi lelah batin-jiwa-raga untuk melapangkan hati, memanjangkan sabar. 

Aku tak lagi menahan sisi gelapku. Dalam semesta batinku, ombak samudera bergulung-gulung, api menyala-nyala. Mereka keluar dari permukaan air yang tampak tenang terkendali.

Diriku yang berada di dalam berkata,
"Tak apa, alirkan segalanya, apa adanya, saat memang butuh dikeluarkan. Lalu lihatlah, di titik mana penerimaan mereka semua terhadap dirimu? Kamu akan memaknai dan merasakan bagaimana dirimu tanpa atribut semua itu."
Aku, mulai mengurangi persona (topeng) yang menjadi tuntutan lumrah alamiah di lingkungan dan sistem sosial tempatku hidup yang sebenarnya juga banyak digunakan oleh orang-orang sebagai persona mereka.

Setiap bentuk emosi yang tidak menyamankan hati mulai memperlihatkan diri. Emosi-emosi itu dengan tegas memberikan sinyal kebutuhan diri yang terabaikan atau mungkin menyadarkan luka batin yang perlu disembuhkan. 

Dulu seringkali kusangkal. Sekarang, ACCEPTANCE. TERIMA. Saat mesti marah, ya marah. Saat sedang sedih, ya sedih. Saat tengah kecewa, ya kecewa. Butuh waktu sendiri, ya menyendiri. Tidak ingin dinasehati ya tegas bicara untuk diberikan ruang penenangan diri. 

Lebih jauh, aku, memukul keras orang-orang yang menerobos dengan paksa apa yang menjadi batas wilayah otoritas diriku. Mataku, menjelma panah. Membidik sasaran. Isi kepalaku serupa pedang, tajam menebas dengan lisan dan kata-kata.

Kemudian, ketika aku sampai pada titik:
Aku, tak  ingin memahami orang lain .
Aku, tak lagi mengorbankan diri.
Aku, tak lagi mengurusi kebutuhan orang lain.
Aku, tak lagi menjadi orang yang pengertian.
Aku, tak lagi peduli dengan apa yang bukan tanggung jawabku.
Aku, memilih diriku sendiri.
Untuk memulihkan diri dalam beberapa waktu.

Suara dunia luar berubah sebagian.
Seorang Vinny Erika Putri:
Pemarah.
Sombong.
Angkuh.
Keras kepala.
Sensitif.
Sumbu pendek.
Vinny Erika Putri, berubah, bukan lagi orang yang kita kenal.

Lalu, mereka menjauh, menjarak, dan lebih berhati-hati dari sebelumnya. Dan aku? Aku terbiasa, dengan orang yang hanya datang dan pergi berdasarkan atas asas kepentingan dan manfaat. Hingga aku tak lagi peduli dengan datang dan perginya orang-orang.

Aku berdiam, bersama aku yang ada di dalam sana. Yang memahami benar diri ini, dengan tingkat pemahaman mendalam dan pola pikir berbeda dari orang lain yang bahkan mungkin tak semuanya bisa menyelami.

Kataku, "Mereka yang tidak mengenali dan memahamiku benar-benar!"  
Aku yang berada di dalam sana tertawa, sembari menimpali, "Yang mereka kenali tentangmu semuanya adalah atribut. Atribut yang mereka ciptakan sendiri di kepala mereka."

Lalu, AKU, TANPA ATRIBUT SEMUA ITU? 
Tetap VINNY ERIKA PUTRI. Meski dunia luar sebagian HANYA MENERIMA KEBAIKAN/KEKUATANMU dan MENOLAK KEGELAPAN/KELEMAHANMU.
Apa artinya, AKU, TANPA ATRIBUT SEMUA ITU? 
Tetap VINNY ERIKA PUTRI. Yang akan selalu dan selalu berdiri untuk dirimu sendiri sebelum berjuang untuk orang lain. Yang mencintai dirimu sendiri, UTUH, PENUH, sebelum mencintai orang lain. Yang dengan tegas mengutamakan kebutuhanmu sendiri sebelum memenuhi kebutuhan orang lain. Yang tak memerlukan validasi orang lain untuk menjadi dirimu sendiri.
Dan bagaimana, AKU, TANPA ATRIBUT SEMUA ITU? 
Tetap VINNY ERIKA PUTRI. Yang selalu kuterima seluruh bagian dari dirimu sebagaimana Sang Maha Pencipta menciptakanmu dengan segala kebaikan kasih sayang-Nya. Yang Sang Maha Pencipta menciptakanmu bukan dengan sia-sia tanpa maksud dan tujuan. Yang Sang Maha Penyayang inginkan untuk dirimu terus bertumbuh menjadi dan sebagai manusia yang mengutuhkan diri.
Jadi, AKU, TANPA ATRIBUT SEMUA ITU? 
Tetap VINNY ERIKA PUTRI.


-IT'S ME, VINNY ERIKA PUTRI, 08.03.21

0 komentar:

Posting Komentar