Senin, 01 Maret 2021

#3. Surat Untuk Diriku Tentang Berita Hari ini

 


Hai, Vinny Erika Putri.
Aku tahu, dua bulan ini, kamu sudah berjuang melewati hari-hari yang tak selalu cerah. Terkadang, waktu menempatkanmu pada masa-masa yang mempertanyakan relevansi kalimat klise "aku kuat dan baik-baik saja". Tapi, kabar baiknya, kamu sudah tak lagi menyangkal saat lelahmu mematahkan jargon "aku kuat dan baik-baik saja". Kamu membiarkan dirimu memanusiakan diri. Merasa lelah, ya lelah. Ingin menangis, ya menangis. Jenuh melanda, ya diterima. Tak mesti dipaksakan berada di level "aku kuat dan baik-baik saja". Kamu menerima semua paketan perasaan itu bukan untuk diratapi apalagi dilebih-lebihkan. Tapi diakui keberadaannya untuk menyadari dengan kesadaran penuh, sesadar-sadarnya, memaknai pesan yang ingin disampaikan dibalik perasaan itu.

Hai, Vinny Erika Putri.
Aku tahu, dua bulan ini, kamu sudah berusaha untuk berbuat sesuai dengan kapasitasmu menghadapi dan menjalani semuanya. Terkadang, kamu mempertanyakan diri, "Seberapa sanggup untuk tetap mengatur napas dengan tenang dan memanjangkan sabar?", yang sesekali berantakan juga saat kamu begitu kewalahan. Tapi, kabar baiknya, kamu merdeka, dari apa yang dinamakan proyeksi perilaku. Ya, kamu tidak memproyeksikan kekalutan perasaanmu kepada orang lain dalam bentuk perilaku "playing victim", atau "menyalahkan orang lain" atas apa yang terjadi. Kamu telah menerima, jauh sebelum itu, setelah belajar sebuah ilmu "menjeda" atau "mem-pause" ego diri untuk disadarkan dan dididik. 

Hai, Vinny Erika Putri.
Aku tahu, dua bulan ini, kamu banyak belajar, untuk lebih sadar menyadari persepsi mana yang realita dan mana yang ilusi saat perasaanmu kacau balau dan jiwamu sedemikian penat. Terkadang, kamu membutuhkan waktu agak lama untuk berdiam dalam sunyi setelah melawati hari yang terasa rusuh berantakan. Kamu mencerna situasi kondisi ketidaknyamanan tertentu dan berjuang untuk memisahkan diri dari tendensi mekanisme pertahanan diri atau sikap defensif yang bisa semakin merusak diri. Kabar baiknya, kamu pelan-pelan sudah lebih bisa untuk "letting go" dan "let it flow" saat ada hal-hal yang berjalan di luar kendalimu. Kamu juga semakin bisa meluaskan lingkar pandang, berdiri dari berbagai sudut dan posisi, saat memahami apa yang dialami orang-orang di sekitarmu.

Hai Vinny.
Aku sangat paham, bahwa hidup tak selalu menjanjikan kamu akan selalu baik-baik saja. Tapi, kemudahan Allah juga menawarkan kekuatan untuk kamu tidak menyerah pada kesulitan-kesulitan yang hadir. Dan aku, yang jika kamu sentuh dada ini dengan damai, jauh di dalam sana, akan bisa kamu rasakan keberadaannya. Aku, bagian dari dirimu, yang selalu membersamaimu dan menyaksikanmu bertransformasi dari waktu ke waktu.

Hai, Vinny Erika Putri.
Terima kasih, untuk tidak menyerah selama berjuang menikmati "roller coaster"-nya hidup. Aku bersulang untukmu. 

And remember it:
It is okay not to be okay at one time. I'm always there with you all the time to guide you to find God's message inside of it.

-Vinny Erika Putri, Monolog Diri, 01.03.21

0 komentar:

Posting Komentar