Sudah lama sejak Januari dua bulan lalu, bukan? Seharusnya, kau menyapa di bulan itu, hari menunjukkan angka 1 dalam kalender.
SELAMAT DATANG 2020
Begitu bukan seharusnya kau menyapa pergantian tahun? Biasanya kau menuliskan banyak hal di sini. Tapi, kau enggan menyempatkannya.
Kapan terakhir kali kau singgah ke sini dan menuliskan semua kisahmu? Sepertinya, kau pun sudah jarang menyimpan ingatanmu dalam buku harianmu.
Kebanyakan kau hanya menatap dirimu, entah berapa kali dengan banyak warna wajah, di depan cermin. Terkadang berdiri dengan wajah senyum kekanakkan. Terkadang dengan senyum yang dipaksakan ada. Terkadang dengan mata yang basah dan bibir yang mengatup rapat menahan getar.
Sekarang, dengan bantuan jemarimu, aku ingin menyapa dan bertanya satu hal padamu. Satu hal yang mungkin akan banyak membuatmu menapak-tilasi hidup.
Hai... Bagaimana kabarmu, Kau yang ada di dalam cermin?
Aku tidak mesti baik-baik saja. Resah, gelisah, kekhawatiran, kebahagian, kedamaian dan ketenangan terkadang datang silih berganti. Keberadaan mereka saling menyelisihi satu sama lain.
Angka 33, menuju 34, usia yang kutapaki. Aku merasakan kaki ini semakin butuh kekuatan dan keberanian yang besar untuk tetap berjalan menaiki tanga demi tangga kehidupan. Aku merasakan punggung dan bahu ini terlalu berat. Kadang, aku merasakan lelah. Lalu, berhenti. Duduk meringkuk dengan kepala menunduk dan isak tangis yang lirih. Dalam diam, aku kerap bertanya banyak hal. Banyak sekali. Yang kadang aku sendiri tak tahu bagaimana untuk menjawabnya. Dan ujungnya, aku hanya menelimpuhi waktu untuk sebuah jawaban.
Ada banyak momen, yang telah kulewati setahun belakangan, sejak terakhir kali aku menitipkan ingatanku di sini. Dan baru sekarang, aku benar-benar ingin menuliskannya. Entah dengan cerita yang panjang mendetail atau mungkin juga singkat. Entah itu kebahagian atau kesedihan.
Hai... Bagaimana kabarmu, Kau yang ada di dalam cermin?
Hari ini, akupun sedang tidak baik-baik saja. Dan ingin menghabiskan waktu dengan bercerita banyak hal padamu. Menceritakan hal-hal yang selama ini hanya mengendap dalam ingatanku.


0 komentar:
Posting Komentar