Haha hihi
Tertawa
Tersenyum
Mengangguk mengiyakan
Sementara hati terasa bersembilu
Ketika kepala mampu mencerna ke mana arah pembicaraan itu
Apakah aku tidak tahu cara berterima kasih?
Mungkin iya
Mungkin juga letak perkaranya pada seberapa dalam dua orang manusia lintas generasi saling mengenal hingga ke titik saling memahami
Aku.
Ya.
Aku.
Seseorang yang mudah berkenalan dan membuka komunikasi dengan orang baru
Seseorang yang mudah membentuk sebuah hubungan pertemanan
Seseorang yang banyak menadah cerita-cerita kehidupan orang lain di sekitarnya
Sekaligus
Seseorang yang sulit untuk menceritakan tentang kisah hidupnyaSeseorang yang sulit untuk membagi perasaannya kecuali pada orang terdekat
Seseorang yang sulit untuk memperlihatkan airmatanya pada sembarang orang ketimbang kemarahannya
Seseorang yang berjuang dengan waktu untuk bisa mempercayai orang lain soal perasaannya setelah beberapa kali pengkhianatan mencabik-cabik kepercayaan
Seseorang yang berkali-kali menelan pemahaman bahwa ketulusan tak selamanya berbalas dengan perasaan yang serupa
Seseorang yang sebisa mungkin lebih memilih mengandalkan diri sendiri agar tak lagi-lagi merasakan kecewa
Seseorang yang begitu menghindari apa yang dinamai hutang budi
Seseorang yang lebih memilih lingkaran kecil ketimbang lingkaran besar untuk sebuah hubungan persahabatan yang mendalam lagi kuat terikat
Aku.
Ya.
Aku.
Apakah aku orang yang tidak tahu terima kasih?
Apakah aku orang yang tidak tahu cara menghargai orang?
Mungkin iya
Sebab, kita tak memiliki kelekatan ikatan emosi dan hubungan yang mendalam
Sehingga sudut pandangmu hanya bertemu di kulit terluarku
Aku.
Ya.
Aku.
Apakah aku orang yang mudah melupakan orang lain?
Mungkin iya
Sebab tidak pernah ada ikatan emosi yang terjalin
Sebab ia yang lebih dulu menghilang dari hidupku
Sebab tak ada kabar terdengar tentangnya
Sehingga ia hanya berada di lingkaran terluar dari ingatanku
Pula aku telah memahami
Orang-orang datang, singgah lalu pergi adalah hal biasa
Dan hanya segelintir yang ditakdirkan menetap dalam hidupku
Aku.
Ya.
Aku.
Salahkah ketika radarku mengeliminasi secara otomatis objek yang perlahan menjauh dari jangkauanku lalu melesap tanpa jejak setitik pun?
Atau ketika radarku tak mampu memahami objek yang muncul tiba-tiba lalu menghilang bersembunyi entah dimana?
Salahkah?
Aku.
Ya.
Aku.
Mengapa kata-kata selembut kapas terasa bagai beling ketika sampai di hati?
Bukankah kata-kata itu adalah oase hikmah yang disampaikan oleh seorang panutan banyak orang?
Atau mungkinkah hatiku sedang keruh dan sempit?
Aku.
Ya.
Aku.
Aku bukan orang baik
Aku tak tahu cara berterima kasih
Malam ini, setidaknya, begitulah yang kuterjemahkan dan kupahami dari makna kalimat itu
Aku.
Ya.
Aku.
Itulah salah satu pecahanku yang mungkin terlintas di benakmu
Aku.
Ya.
Aku.
Aku bukan orang baik
Aku manusia dengan segala aib dan kekurangannya
Tak apa, jika memang itu yang mungkin terlintas di benakmu
Aku.
Ya.
Aku.
Memang bukan orang baik.
Tak ingin merasa telah menjadi orang baik.
Atau bahkan merasa lebih baik dari orang lain.
Terima kasih, kuhaturkan untukmu.
-Vinny Erika Putri, 06.06.18


0 komentar:
Posting Komentar