Hai, Vinny Erika Putri.
Aku tahu, hari ini, kau sedang tidak baik-baik saja. Ah, bukan hari ini saja, belakangan, memang kau kerap mengalami kondisi tidak sedang baik-baik saja. Kau merasakan, semakin dewasa, semakin kau banyak membutuhkan waktu untuk menyederhanakan kompleksitas pemikiran dan perasaanmu dalam menghadapi hidup yang kau hidupi. Semakin dewasa, semakin kau mengiyakan, begitu sulit menemukan sahabat sejati yang benar-benar bisa kau ajak berbagi soal apa yang memenuhi isi kepalamu atau perkara batin yang tengah berkecamuk dalam dadamu. Kau ... bukan tak punya orang tua untuk membagikannya. Hanya saja, kau tahu, semakin senja usia mereka, sungguh tak bijaksana jika kau tambahi pikiran mereka dengan apa yang kau hadapi dalam hidupmu.
Hai, Vinny Erika Putri.
Aku tahu, hari ini, kau sedang tidak baik-baik saja. Jika saja kau bisa menyerah, kau ingin, sangat ingin. Tapi yang kaurasakan, katamu sungguh berkebalikan dan terkadang menyiksa. Katamu, "Semakin dunia luar menekanku dengan kesulitan-kesulitan yang menghadirkan banyak kelelahan pikiran dan perasaan, jauh di dalam diriku ... di dalam sana, seorang aku berteriak paling kencang di antara banyak kelemahan yang kadang terasa seperti nyaris membunuh langkahku." Sebuah teriakan penolakan kuat untuk menyerah. Penolakan yang kadang menjadi pertarungan batin yang menjemukan antara dunia dalam dirimu dan keadaan yang disuguhkan dunia luarmu.
Hai, Vinny Erika Putri.
Aku tahu, hari ini, kau sedang tidak baik-baik saja. Kau, lagi-lagi, menangisi banyak hal yang tak apa bagiku untukmu menangisinya. Tak apa, saat kau telah merasa terlalu penuh menampungnya, tumpahkanlah air mata itu. Selagi itu bisa memecah sesak yang menghimpit dadamu dan mampu menguatkanmu kembali untuk menjalani hari-harimu.
Hai, Vinny Erika Putri.
Aku tahu, hari ini, kau sedang tidak baik-baik saja. Hari ini, izinkan aku meminta maaf, jika kau merasa bahwa aku terlalu memaksakanmu untuk terus maju saat kau di titik lelah dan ingin menyerah. Aku yang selalu melakukan penolakan kuat untukmu menyerah. Aku yang mungkin seringkali menempatkanmu pada pertarungan batin dan membentukmu menjadi seseorang yang tegas ketika pada akhirnya kau memutuskan untuk tetap maju.
Aku yang berdiam di sana, jauh didalam dirimu, dan difungsikan-Nya begitu. Berteriak untuk meruntuhkan dinding-dinding ketakutan yang akan membunuhmu atau memberikan jejak keputusasaan dalam hidupmu.
Aku akan tetap berteriak kencang, sekencang-kencangnya, "Maju. Teruslah merangsek maju. Dengan airmata sekalipun. Dengan kelemahanmu sekalipun. Ruang hidupmu, tak banyak diperuntukkan kata menyerah. Kau tidak akan tahu, sejauh mana batas kekuatanmu jika kau tak berhadapan dengan ketakutan dan ketidakpastian hidup."
Hai, Vinny Erika Putri.
Aku tahu, hari ini, kau sedang tidak baik-baik saja. Aku adalah bagian dari dirimu. Aku tak pernah meninggalkanmu sendirian. Aku terintegrasi dengan bagian dirimu yang lain yang menjadikanmu utuh. Aku adalah sisi kebertahanan hidup yang besama-sama dengan kesadaran menjagamu tetap terhubung dengan dirimu sendiri dan diri-Nya. Aku ada bersama kesadaran, untuk mengeluarkanmu dari keputusasaan, menjagamu tetap hidup. Sehidup-hidupnya. Aku, ada di dalam sini, di tempat biasa kau melebur dengan sunyi.
Hai, Vinny Erika Putri.
Aku tahu, hari ini, kau sedang tidak baik-baik saja. Saat kau merasa tak baik-baik saja, tariklah dan embuskan napasmu perlahan-lahan, sambil memejam mata sampai kau tenang. Lalu, dengar ... dengarlah suara ini, jauh didalam hatimu,
Hai, Vinny, aku di sini. Aku bagian dari dirimu yang tak pernah pergi. Aku selalu ada untukmu. Tak apa untukmu merasa tak baik-baik saja. Tak apa dalam hidup merasakan lelah. Bukan berarti kau menyerah. Kau hanya butuh waktu untuk bisa menerima dengan berdiam dalam jeda. Mari, kupeluk dirimu. Kuusap bahumu. Dan tepuk pelan dadamu. Lalu lihatlah cahaya-Nya yang tetap terang benderang dalam kegelapan. Sang Kuasa tak akan membebani sesuatu yang melebihi kapasitasmu. Sang kuasa sudah mendesain semuanya sesuai dengan kesanggupanmu. Kendatipun kau tengah merasakan ketidakberdayaan, pada-Nyalah pada akhirnya kau berpasrah untuk kembali mendapatkan kekuatan.
-Vinny Erika Putri, 20.11.20


0 komentar:
Posting Komentar