Kamis, 01 November 2012

Wanita di Panti Wreda



Ingin kembali mengunjungi sebuah Panti Wreda dimana aku bertemu seorang wanita "depresi" berkerudung. Usianya kuterka kira-kira sekitar 3 tahun di atasku.

Menurut ibu-ibu yang sepanti dengannya, ia mengalami depresi berat -yang menurut keluarganya- karena beban pekerjaan dan diselingkuhi oleh tunangannya kemudian ditinggalkan. Dan ketika wanita itu mengamuk di luar kamarnya acapkali diiringi ocehan-ocehan mengenai pekerjaan dan laki-laki itu. Ia tidak pernah memukul ataupun menyakiti penghuni panti lainnya, hanya mengoceh dan membanting barang-barangnya sendiri ketika mengamuk.

Tapi, satu hal yang membuatku terenyuh dan menggelitik penasaranku adalah pernyataan dari salah satu penghuni panti itu bahwa, "Setiap keluar kamar, wanita itu selalu mengenakan jilbabnya. Ia tak pernah melepas jilbabnya kecuali saat di kamar dan dalam posisi sendiri."

Keluarganya telah menyerah dan tak tahu harus berbuat apa kepadanya. Duhai Ar-Rahiim ... berilah ia kebahagiaan, kesembuhan dan kesadaran. Izinkan suatu waktu aku bisa merengkuh ia tuk mengerti isi hatinya. Berbicara dari hati ke hati dengan mengedepankan kesamaan perasaan sebagai wanita. Aku begitu ingin mengenalnya.

Entah ... sekalipun tak ada darah yang sama mengalir di tubuh kami. Ada pedih yang turut kurasakan mendengar kisahnya. Dan tak terbesit rasa takut wanita itu akan menyakitiku ketika kumendekat. Mungkin karena aku memahami bagaimana ia mengeja perih dengan hatinya yang digenggam luka tanpa bisa ia bagi pada sekelilingnya. Atau mungkin belum menemukan orang yang sanggup memahami gelung lara hatinya.

Vinny Erika Putri, Cirebon, 011112.

0 komentar:

Posting Komentar