Kamis, 01 November 2012

Air Mata



Kumerebah tanpa pejam di jantung malam
luruh melarut dalam pekat riang kesunyian
Ringkih tersenyum menggenggam luka
Menghela udara yang ejan napasya perih
Lalu, aku merahim pada airmata

Entah telah seberapa hitam legam
Hatiku yang ditikami luka serupa
Oleh dua insan berbeda jelma wajah
Pada pintal masa yang tak satu detak waktu

Ketika cinta tak lagi satu tapi dibagi
Hingga membatalkan janji-janji seorang lelaki
Yang kunamai kepercayaan luluh lantak
Hancur menjadi serpihan beling pengkhianatan
Yang menancapkan luka-luka di hatiku

Ketika simpul cinta yang kukira erat
Menyisakan akhir kisah yang sama
Membuatku paham siapa tulang rusuk cinta
: ialah airmata

-Vinny Erika Putri, 01.11.12

0 komentar:

Posting Komentar