Sabtu, 15 Januari 2022

Saat Ini, Aku Memilih Abu-abu Yang Ambigu



Saat ini, Aku Memilih Abu-abu yang Ambigu.
Aku tak lagi memikirkan hitam putih atas banyak hal yang masih tidak kumengerti dengan berbagai alasan yang belum bisa kucerna. Aku tengah membungkam pertanyaan yang diajukan diri sesoal, "Apakah ini salah? Apakah ini benar?"

Saat ini, Aku Memilih Abu-abu yang Ambigu.
Aku tak lagi berperang dengan pusarannya seperti pengalaman yang berkesudah di rentang masa yang berbeda. Entah kemana rasa takut yang pernah melekat dari pengalaman sebelumnya.

Saat ini, Aku Memilih Abu-abu yang Ambigu.
Aku menantang keberanianku sendiri akan suatu ketidakpastian yang bisa saja meremuk-redamkan (lagi) sekujur jiwaku. Aku bertaruh dengan bekas luka-lukaku sendiri dengan memasuki pusarannya di kedalaman batinku. Berayun dan berputar dari satu titik ke titik lainnya, untuk mengurai banyak gradasi warna abu-abu yang ambigu.

Saat ini, Aku Memilih Abu-abu yang Ambigu.
Aku tidak akan menghindarinya lagi. Sampai ... abu-abu yang ambigu tidak lagi kutakuti untuk kujelajahi. Sampai ... semesta menunjukkan abu-abu yang ambigu dengan warna yang lebih tajam dan jelas. Sampai ... aku sanggup keluar sebagai pemenang atas perjalanan hidupku sendiri di area abu-abu yang ambigu, dengan ataupun tanpa luka-luka.


-Vinny Erika Putri, 15.01.22

0 komentar:

Posting Komentar