Tentangmu, Lelaki Sunyi
Aku melihat kerentanan hatimu
Yang mati-matian kau sembunyikan
Pada dinding pertahanan yang kau bangun tebal-tebal
Tentangmu, Lelaki Sunyi
Aku melihat kekosongan jiwamu
Yang kau sangkal dengan kesibukanmu
Sebagai caramu melarikan diri dari kepedihan hidupmu
Tentangmu, Lelaki Sunyi
Aku merasakan jerit katarsis lirihmu
Yang kau selimuti rapat-rapat dengan bahak tawamu
Untuk membuat ingatanmu amnesia dari himpitan beban yang kau pikul
Tentangmu, Lelaki Sunyi
Aku merasakan kepelikan hidupmu
Yang kau simpan dalam-dalam di hatimu
Sebab tak kau temukan tempat untuk sekadar berteriak atau menangis seapa-adanya dirimu
Tentangmu, Lelaki Sunyi
Mungkin kau bertanya-tanya atau terheran-heran
Bagaimana aku bisa mengurai perasaanmu-perasaanmu yang terkubur jauh didalam sana dengan tepat?
Bagaimana aku bisa menebak caramu menjalani dan menghidupi kehidupanmu dari penggalan kisahmu?
Pula sedemikian paham lebih dari orang sekitarmu memahamimu?
Tentangmu, Lelaki Sunyi
Aku hadir dan ada bukan karena sesoal cinta atau semacamnya
Tapi, barangkali saja, kita sama
Aku melihat percikan diri terdahuluku didalam dirimu
Dan tidak menginginkan kerusakan parah terjadi pada jiwamu
Jadi, berhentilah berlari dari kejujuran perasaanmu saat di titik rapuh
-Vinny Erika Putri, 10.08.21


0 komentar:
Posting Komentar