Rabu, 19 Desember 2018

Selamat Berlibur, Kawan-Kawan.



Lima semester kita melangkah.

Adakalanya kita menyatu dalam riuh tawa canda renyah. Ada kalanya kita menyelisihi perbedaan sudut pandang dan kebiasaan.

Lima semester kita melangkah.

Adakalanya, aku merasa bahu ini tidak terlalu kokoh untuk memikul amanah yang kalian percayakan padaku. Adakalanya, aku merasakan amarah ketika merasakan bahuku nyaris retak dengan pikulan itu hingga tak mampu menciptakan humor apapun yang biasanya kuciptakan untuk menghidupkan suasana. Adakalanya, aku begitu jengkel dengan perbedaan nilai dan prinsip yang kupegang soal tanggung jawab dan totalitas pekerjaan. Adakalanya, aku ingin menyerah mundur ketika aku tak bisa menemukan konfigurasi dan harmoni yang pas untuk menyeiringkan langkah semua individu. Puncaknya, semester ini, ketika ritme emosi begitu banyak mengalami pasang-surut.

Lima semester kita melangkah.

Kita semakin mengenal satu sama lain. Kelemahan dan kekuatan, pola kebiasaan dan karakter masing-masing. Sampai di titik ini ... mungkin, kita telah saling menerima dan paham bagaimana harus menyikapi perbedaan-perbedaan itu.

Lima semester kita melangkah.

Aku tidak bisa menjamin ke depannya gesekan-gesekan kecil itu akan hilang bahkan kepada diriku sendiri. Juga tak bisa menjamin fase-fase yang sama tidak akan terulang. Fase pasang-surut emosi, jatuh-bangun, berselisih-berdamai, tangis-tawa. Semakin ke depan, langkah kita semakin diuji dengan tantangan yang lebih dari sebelumnya. Yang bisa kukatakan, sebanyak apapun gesekan dan fase-fase itu terjadi berulang, selama dalam hati kita masing-masing memiliki “rumah” yang sama, kita akan menemukan tempat ternyaman untuk pulang dan saling memberi kekuatan. Bukankah begitu yang dinamai fase hidup manusia?

Lima semester kita melangkah.

Semoga tidak berhenti sampai di sini. Meski dengan langkah tertatih ataupun bergegas, tangis dan tawa yang saling berselang, jatuh dan bangkit yang silih berganti ... semoga, kaki-kaki kita tetap sanggup untuk terus melangkah mencapai garis finish yang menunggu di depan sana.

Lima semester kita melangkah.

Semoga ... kita tetap bisa menjalankan semuanya sebaik mungkin semampu yang kita bisa. Bangkit sebanyak kita terjatuh. Tertawa lebih keras dari isak tangis yang pecah. Gigih lebih kuat dari tantangan yang terkadang mematahkan cita dan harapan.

Lima semester kita melangkah.

Jangan berhenti di sini. Apa yang telah kita mulai, selesaikanlah. Kesulitan akan takluk pada kegigihan yang dibalut dengan doa-doa.

Malam ini, dalam jeda yang tengah kunikmati... kuucapkan, “Selamat berlibur, Kawan-kawan.”

-Teruntuk, PIAUD V C

0 komentar:

Posting Komentar