Sabtu, 15 Desember 2018

Hai diriku... Dengarlah Suara Terjernih Ini




Hai diriku... dengarlah suara terjernih ini.

Aku tahu, tiga minggu terakhir ini, kau merasakan kekacauan dalam menjalani hari-harimu. Harga dirimu terasa terlukai. Kau merasa terintimidasi. Kau melangkah dengan kaki setengah tertatih juga hati yang berdarah. Apa yang tadinya samar, kini kian terlihat bagaimana orang-orang di sekelilingmu. Dan pandanganmu semakin jelas menyingkap segala motif pikiran dan keaslian wajah yang disembunyikan orang-orang itu. Kau melihat onggokan sampah kehidupan dalam bentuk senioritas dan berbagai tabrakan kepentingan yang saling menekan satu sama lain. Halus, tapi menyayat bagai serpihan beling. Kau ingin marah. Tapi hanya sengguk tangis yang pecah dari kedua matamu.
Tapi... cobalah kau keluar dari kepungan perasaan itu. Selamilah kembali suara hati terjernih dari jiwamu agar kau mampu keluar dari kungkungan yang sempit ke luas dan dalamnya laut samudera. Berkacalah, mungkin ada perilaku dan tutur katamu yang terlebih dahulu menciptakan kekacauan ini. Pahamilah, bahwa semua yang kau hadapi adalah suatu warna hidup memang yang disuguhkan wajah dunia. Belajarlah diam untuk lebih banyak mendengarkan dan melihat masalah dengan lebih jernih. Belajarlah keluar dari sudut pandangmu untuk menyelami sudut pandang orang lain agar kau mampu berlapang dada dan memetik hikmah darinya.
Hai diriku... dengarlah suara terjernih ini.

Aku tahu, tiga minggu terakhir, di satu waktu kemampuanmu diremehkan. Kau dikerdilkan. Persaingan ditunjukkan melalui perbandingan dan sekat-sekat yang jelas meski kau sendiri mawas diri untuk tak membalas perbandingan yang tidak pada tempatnya.
Tapi... cobalah keluar dari prasangka negatif. Berjalanlah dengan langkah yang tegap dan hati yang tetap merunduk. Bekerjalah dengan niat beribadah kepada-Nya. Tetaplah melakukan usaha terbaik yang kau mampu.
Hai diriku... dengarlah suara terjernih ini.
Jiwamu merindukan berdekatan kembali dengan Tuhan-Mu dalam sunyi yang tenang. Jiwamu dahaga akan doa-doa yang lama tak bergema. Simpullah jiwamu dan jiwa orang-orang itu dengan simpul ketulusan doa-doa karena doa-doa yang baik akan memperbaiki segala kekacauan yang terjadi.

-Vinny Erika Putri, 15.12.18 

0 komentar:

Posting Komentar