Minggu, 31 Mei 2020

Bertahan Atau Lepaskan



Katamu,
Entah harus kunamai apa perasaan ini. Obsesi yang diperkuat dengan repetisi harapan kosongkah? Atau memang arah jalan takdir yang membutuhkan kesabaran dalam doa-doa panjangku?
Kau tahu?
Mungkin kaulah
Seseorang yang bodoh
Bukan dia
Hanya kau
Seseorang yang dengan bodohnya
Sendirian berkubang dengan pergulatan perasaan
Yang kerap membelitmu dalam keentahan panjang

Dan berulang-ulang menanyai hatimu dengan pertanyaan yang sama:
bertahan atau lepaskan

Terkadang... kau tertawa tersenyum sendiri
Terkadang... kau meneteskan air mata tanpa sadar
Yang kesemuanya tentang satu hal:
seseorang dengan kebodohannya sendiri.
Kebodohan yang nyaris berulang

Kau, yang membutuhkan waktu untuk membuka hati
Kau, yang tak mudah menjatuhkan diri pada cinta lawan jenis
Tapi... justru kerapkali terjebak 
Pada pusaran kisah semacam begini:
melihat dari jauh atau menyukai dalam diam

Luka-luka masa lampau
Kehilangan yang silih berganti datang dan pergi
Kepercayaan yang jatuh bangun dipatahkan-sambungkan
Kesemuanya itu... membesarkan kehati-hatianmu
untuk lebih terang menyukai bahkan mencintai
Juga memudahkan melepaskan
Untuk melindungi hatimu dari rasa sakit

Kali ini, aku mendengar kembali pertanyaan itu
Jauh di lubuk hatimu

Tanyamu, 
Bertahan atau lepaskan? Bertahan untuk apa? Bertahan pada suatu penantian yang bahkan terkadang terasa seperti kebodohan?
Bertahan atau lepaskan? Melepaskan apa? Untuk cinta seseorang yang bahkan belum pernah kugenggam, apa yang harus kulepaskan?

Apa yang harus kujawab untuk pertanyaan lirihmu?
Haruskah kau bertahan atau melepaskan perasaanmu pergi begitu saja?
Entahlah... hatiku pun dikepung bingung

Kau, yang sedang bimbang, kuhanya bisa berkata hal ini untukmu:
Biarlah semesta-Nya yang bekerja
Biarlah semesta-Nya yang menentukan ujung doa-doamu
Lihatlah kembali luasnya semesta batinmu
Temukan miliyaran cahaya bintang-bintang yang terhampar di sana

Dan... tetaplah hidup dengan baik
Sebaik-baiknya hidup yang telah Pencipta berikan padamu
Sebagai dirimu!
 

-Vinny Erika Putri, 31.05.20

0 komentar:

Posting Komentar