Minggu, 25 Mei 2014

Sepasang Kaki dan Hati



Kecelakaan. Lagi. Luka di kaki yang sama, kaki kiri. Meski bukan yang terparah, tetap terasa sakit. Tapi, adanya kecelakaan terdahulu, membuatku bisa menganggap kecil rasa sakit ini. Tawa masih membahak, senyum masih terulas penuh.

Aku diingatkan kembali arti sebuah kaki disaat hati lelah berjalan. Beruntung, peringatan itu, tak sampai aku harus kehilangan kaki. Allah hanya menjentikkan sedikit luka di kaki untuk melecutku berjalan maju.

Mungkin, seperti itu pula hati. Untuk membentuknya menjadi karang, harus melalui tempaan luka. Tanpa luka hati, aku tidak akan mengerti rasa perih. Dari rasa perih, empati terlahir. Tanpa luka hati, hidup tak akan terpacu lebih baik lagi. Tanpa luka hati, aku tak mungkin bisa melangkah sampai sejauh ini.

Sebuah kaki dan hati, mungkin berpasang. Hati butuh kaki untuk bangkit dan melangkah maju. Dan ke mana kaki melangkah, ia membutuhkan hati untuk memandu.

Vinny Erika Putri, Cirebon, 26.05.14

0 komentar:

Posting Komentar