Senin, 21 Januari 2013

Nasi Telah Menjadi Bubur



Kita membaca. Lalu terinspirasi. Dan sadar atau tidak, kita mulai menjadi epigon dari ide-ide dan pemikiran-pemikiran dari apa-apa yang kita baca.

Percaya atau tidak, silakan tanya pada diri sendiri, adakah ide-ide atau pemikiran-pemikiran yang 'benar-benar asli' di dunia ini? Menurut saya, jawabannya tidak. Ide-ide atau pemikiran-pemikiran diumpamakan warisan yang ditemurunkan. Lalu, mengalami perkembangan sesuai dengan kapasitas pemikiran seseorang yang terkadang dikaitkan dengan pengalaman-pengalaman yang dialaminya sendiri atau pun mengambil dari pengalaman sekitarnya.

Salahkah jika terucap ungkapan bahwa ide-ide dan pemikiran-pemikiran yang bertebaran dari masa ke masa itu ibarat "nasi telah menjadi bubur"? Lantas, apa yang harus dilakukan terhadap ide-ide dan pemikiran-pemikiran tersebut? Membiarkannya begitu saja tentu akan menjadikan bubur itu basi. Membuangnya pun sayang sebab masih memiliki daya guna.

Yang perlu dilakukan adalah meramu bubur tersebut agar memiliki nilai jual atau nilai manfaat yang lebih baik dari hanya sekadar bubur saja. Dan soal meramu, ada beberapa cara, di antaranya yaitu: tiru, modifikasi, inovasi. Lalu, mana yang akan Anda pilih? Misal, saya ambil contoh soal meramu bubur ayam. Sekalipun resep meramu itu Anda dapatkan dengan cara meniru, ketika mengerjakannya dengan tangan sendiri, pernahkah Anda rasakan hingga mengeluarkan kalimat, "Padahal, bumbu-bumbu dan cara-caranya sudah mengikuti resep. Tapi, rasanya tetap saja tidak sama dengan bubur aslinya, ya?" Pun apakah juga tempat, perlalatan, situasi dan kondisi ketika Anda meramu dengan cara meniru itu sama dengan pembuat bubur yang Anda tiru? Nah, apalagi dengan modifikasi dan inovasi.

Mungkin, seperti itulah memperlakukan 'ide-ide dan pemikiran yang ditemurunkan'. Plagiasi adalah ketika Anda menyuguhkan hasil ramuan bubur yang bukan buatan tangan Anda kepada khalayak dengan mengatakan, "Bubur ayam ini asli buatan saya." Dan..., berbedanya 'rasa' yang dihasilkan dari tangan-tangan tersebut sama seperti cara bertutur setiap orang yang tidak akan sama sekalipun ada kemiripan.

*Ketika berita plagiasi sedang menjadi topik terhangat di jejaring sosial facebook

Vinny Erika Putri, 21.01.13

0 komentar:

Posting Komentar