Sabtu, 15 Desember 2012

Diamlah!



Selengkung tanya dari bibirmu
Kembali menabur garam
Pada hati yang masih koyak moyak

Seberapa peluh kuterjaga
Dari perih yang meremasi dada
Kau tak akan menelan pemahaman

Aku telah mengemas rapat segala
: Kidung-kidung hidupku
Tak usah halwa senandungnya
Berembus hingga ke telingamu

Atau kau menggali-gali
Pada apa yang telah kupusarakan

Kau tahu?
Bahkan, aromanya tak setitik pun 
Kau beroleh restu menghirupnya
Maka diamlah!
: lumurilah mulutmu dengan perekat

-Vinny Erika Putri, 15.12.12

0 komentar:

Posting Komentar