Raga terhalang temu
Rindu tercipta berkali-kali
Penantian temu serupa siksaan di atas waktu dan jarak
Seberapa lama bertahan?
Perlahan, setia kau tunggangi
Api kau mainkan
Terbakar kau dengan gelora
Bangkai kau kubur
Bangkai kugali
Karena matamu tak ingin ditemui
Kutunjukkan pada sepasang telingamu
Lidahmu bermain-main
Berkilah
Majulah biang onak penggoda
Mencabik-cabik hatiku dalam rupa suara
Dan kau?
Berlindung di sebalik punggungnya
Ah, itukah yang kau namai ksatria?
-Vinny Erika Putri, Cirebon, 181212.


0 komentar:
Posting Komentar