Sabtu, 16 April 2022

Masa Depanmu Tidak Akan Patah


Tentang hati yang patah ...
Aku mengerti lebih dari sekadar retorika kata-kata yang seringkali dibeberkan manusia. Aku paham dan memahami rasa sakit yang lebih autentik dari perasaan yang orang-orang ketahui atau yang orang-orang berlari darinya hanya untuk memastikan mereka tetap kuat dan mampu menjalani hidup dengan baik.

Tentang hati yang patah ...
Aku paham, terkadang, kita mengkhianati diri sendiri dan menutupi rasa sakit dengan banyak pengalihan. Sementara luka tersebut masih berdiam di sana tanpa kita sadari. Lantas, ketika kita berhadapan dengan diri sendiri dalam sunyi, air mata menjawab semuanya. Ternyata, kita masih terus berproses untuk kuat dan "dipaksa" menerima. Bahwa, kita sedang melewati siklus "baik-baik saja dan tidak baik-baik saja" secara berulang. Sehari kuat, sehari kemudian jatuh lagi. Sampai kita bisa mengatakan pada diri sendiri dengan tulus-jujur, "Tak apa, aku menghargai proses yang menjadi bagian dari perjalanan hidupku."

Tentang hati yang patah ...
Aku paham, semua rasa yang saling menyelisihi dalam diri. Perang batin antara perasaan sedih, marah, kecewa dan menyalahkan kebodohan diri sendiri. Kita tidak bisa meniadakan segala kenangan yang terekam dalam memori. Manusia tidak punya kemampuan menghapus ingatan secara sengaja. Kita hanya mampu mengusahakan untuk berdamai dengan kenangan tersebut, sehingga ketika ingatan kembali memunculkannya, rasa sakit sudah tidak lagi menyertainya.

Tentang hati yang patah ...
Aku paham, bahkan untuk melukiskan getir perih dan menjabarkannya dengan realita kata pun tidak akan sama akuratnya dengan yang dirasakan hati. Jadilah air mata yang mewakili untuk hati merasakan lega. Tak apa, begitulah tugas air mata. Sejatinya, air mata, menguatkan dan memanusiakan kita sebagai manusia yang dibekali hati oleh-Nya untuk merasakan ragam emosi yang datang.

Tentang hati yang patah ...
Tak apa untuk menangis. Air mata membantu kita untuk bisa berdamai dengan diri sendiri. Air mata melembutkan hati kita untuk menerima dan memaafkan segala kesalahan diri. Air mata mengajari diri melepaskan apa yang sebaiknya dilepaskan. Air mata memberitahu kita, bahwa sesuatu yang lepas, sudah pasti bukanlah sesuatu yang diperuntukkan bagi kita. Kalimat yang terdengar klise dan terasa merajam hati tapi memang benar adanya.

Tentang hati yang patah ...
Aku tahu, menyembuhkan diri butuh waktu. Tidak dalam sekejap, tidak secepat mengedipkan mata, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, melalui perjalanan ini, kita akan semakin mengenali diri sendiri. Kita akan memahami pertanda semesta, bahwa, ikatan terbaik adalah ketika kita telah sanggup menerima diri sendiri lebih dari harapan atau ekspektasi orang lain terhadap kita. Kita, tidak akan kehilangan diri sendiri atau berlarut-larut limbung sekarat saat rasa sakit melumat semangat hidup. Kita akan tetap bergerak, meski dengan merangkak lemah tertatih.

Tentang hati yang patah ...
Aku tahu, hatimu tengah luluh lantak. Dan, kamu memandang cinta berserta kenangan yang dibawanya sebagai rasa sakit yang sama sekali tak ingin kamu ingat bahkan mungkin menjadi sesuatu yang kamu sesali. Pula, akan ada hari-hari berat yang tak selalu baik-baik saja untuk kamu lewati selama proses menerima dan memaafkan dirimu sendiri (tanpa harus kembali pada masa lalumu). Tapi, bukan berarti kamu kehilangan seluruh hidupmu tanpanya.

Tentang hati yang patah ...
Aku tahu, kata-kata penyemangat apapun dari orang-orang, tidak akan sanggup mengobati rasa sakitmu sampai ke akar-akarnya. Aku paham, serpihan hatimu tak akan kembali utuh ketika berhasil disatukan. Akan ada bekas retakan yang tampak dimana-mana. Tapi, suatu saat, kamu akan melihat retakan tersebut sebagai seni lain yang Tuhan ciptakan atas kehendak-Nya dalam buku takdirmu. 
Kamu tahu sebuah seni bernama Kintsugi? Manusia memecahkan hati manusia lainnya hingga remuk berkeping-keping. Sementara dengan seni Mahakarya Tuhan Yang Maha Penyayang, tangan-Nya mampu menyatu-utuhkan dan memoles retakan-retakan hatimu dengan keindahan.

Tentang hati yang patah ...
Aku tahu, betapa hancurnya dirimu kini. Tapi, kamu masih memiliki hidupmu yang bisa kamu hidupi. Masa depanmu tidak akan patah. Kelak, kamu akan menemukan sinarmu dari setiap kilau air mata yang jatuh. Habis gelap, akan terbitlah terang.


-Vinny Erika Putri, 16.04.21, untukmu sahabat rasa adik

0 komentar:

Posting Komentar