Kamis, 09 Agustus 2018

Mengapa Aku Harus Tetap Hidup?



Malam ini, aku mendengar gema, tentang sebuah pertanyaan, dari seorang wanita, yang sangat kukenal dan kupahami. Begini, katanya:
Beritahu aku...

Mengapa aku harus tetap hidup?

Bahkan ketika aku jatuh tersungkur hingga ke titik nadir dan remuk-redam oleh pukulan-pukulan hidup.
Beritahu aku...

Mengapa aku harus tetap hidup?

Bahkan ketika aku tak yakin dengan diriku sendiri untuk harapan-harapan yang ditumpukan padaku.
Beritahu aku...

Mengapa aku harus tetap hidup?

Bahkan ketika aku sampai di titik menyerah untuk memikul semua harapan dan tanggung jawab sendirian.
Beritahu aku...

Mengapa aku harus tetap hidup?

Bahkan ketika lumbung air mataku sudah terlampau kering untuk menerjemahkan rasa marah, sakit dan pedih yang kupendam.
Beritahu aku...

Mengapa aku harus tetap hidup?

Bahkan ketika aku merasa bahwa hidup tak lebih dari onggokan sampah.
Beritahu aku...

Mengapa aku harus tetap hidup?

Bahkan ketika aku merasa tak ada yang mampu kulakukan lagi untuk kehidupan.
Beritahu aku...

Mengapa aku harus tetap hidup?

Bahkan ketika aku sampai di titik tak ingin hidup.
Beritahu aku...

Mengapa aku harus tetap hidup?
Mengapa aku harus tetap hidup?
Mengapa?
Aku tidak tahu, bagaimana harus menjawabnya
Kurasakan sepasang bola mataku menghangat
Kepedihan miliknya menjelma pisau yang mendaras lumbung air mataku

Aku memeluknya erat
Lantas membisikinya sesuatu
Tetaplah hidup, meski hidup terasa seperti onggokan sampah
Tetaplah hidup, meski kau sampai di titik tak ingin hidup sekalipun
Tetaplah hidup, bahkan ketika kau tak menemukan alasannya sekalipun
Tetaplah hidup untuk tetap mensyukuri nikmat-Nya
Tetaplah hidup sampai tiba saatnya kau kembali ke pangkuan-Nya

Sengguk wanita itu akhirnya pecah kian kencang
Aku pun mengalihkan pandangan pada cermin yang ada di hadapan wanita itu

Aku, melihat diriku, tengah mendekap erat diri sendiri
Anak sungai mengalir deras di sudut mata

-Vinny Erika Putri, 09.08.18

0 komentar:

Posting Komentar