Minggu, 23 Juni 2013

Rindu Sahabat



Ketika dera jenuh menikam-nikam, aku menelan kenangan-kenangan bersama sahabat. Tentang wangi bunga dan manis gula saat kita menapaki tanah berduri dan berbatu cadas. Duri dan batu cadas yang menggores kaki hingga langkah kita menjadi tertatih. Dengan langkah dan kaki yang menanah darah, tangan kita erat mengkait satu sama lain. Saling membagi kekuatan. Memecah linang air mata dengan tawa.

Kita dipertemukan-Nya oleh beberapa sebab kepahitan yang sama tentang cinta dan detak kehidupan. Kejadian-kejadian susul-menyusul. Seolah Tuhan menitipkan intuisi untuk kita merasai benang merah tak kasat satu sama lain. Intuisi yang meretas batas jarak.

Adakah waktu telimpuh di tangan kita untuk tetasnya sebuah rindu dengan temu?

Vinny Erika Putri, Cirebon, 230613.

0 komentar:

Posting Komentar