Sunyi belakangan tak lagi hangat
Aku seperti kehilangan arah
Di tengah hidup yang terasa karut marut
Mencari sesuatu yang lenyap
Mencari sesuatu yang lenyap
Tapi entah apa
Merasakan kerinduan yang amat sangat
Tapi entah apa
Lalu, kubuka lemari
Kutemukan botol ini didalamnya
Dan memang sengaja kusimpan di situ
Botol yang kubuat dengan harapan bisa menolongku
Ketika aku mulai berjalan tanpa tujuan
Juga melangkah dengan gamang hati
Di tengah kerasnya godaan duniawi
Dan kesulitan hidup yang kadang mampu memalingkanku dari-Mu
Kukeluarkan, tiga gulungan kertas dalam botol
Satu per satu
Secara acak
Berharap apapun yang ditakdirkan keluar dari mulut botol
Adalah tali yang tepat untuk menarikku kembali pada-Mu
Kubuka lembar pertama, Q.S Fathir ayat 5, kubaca terjemahannya:
Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
Mataku meremang, hangat mulai rebak di sana. Kubuka lembar kedua, Q.S Al-'Alaq ayat 8, kubaca terjemahannya:
Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).
Aku tergugu. Seolah ada keterkaitan dengan terjemahan sebelumya. Ada sesuatu yang membelai halus hatiku. Terakhir, kubuka lembar ketiga, Q.S Lukman ayat 1-3, kubaca terjemahannya.
Alif Laam Miim. Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat. Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.
Aku menundukkan kepala. Terhenyak. Kurasakan sesuatu mengalir dari kedua ujung mataku. Lalu menetes.
Aku merindukan kehadiran-Mu, bukan hanya dalam mulutku yang menggumamkan nama-Mu tapi utuh dengan segenap perasaanku sedalam-dalamnya. Aku merindukan bait-bait kalam-Mu dalam kitab suci yang mulai jarang kusentuh belakangan ini.
Aku merindukan-Mu.
-Vinny Erika Putri, 01.09.20


0 komentar:
Posting Komentar